Menjelajah KenPark dan Berburu Oleh-oleh Surabaya

Mukharom.com Hari Jum’at telah tiba, hari ini merupakan hari terakhir saya dalam rangka menjalankan liburan ke luar kota selama 7 hari. Antara rasa sedih dan senang, sedih karena liburan telah berakhir dan menjalani aktifitas kembali, senang karena harus pulan ke rumah tercinta dan bertemu keluarga. Pagi ini saya menginap di Hostel bernama House of Dharmawan, yang terletak di sebelah Timur kota Surabaya. Walaupun termasuk cukup mahal biaya penginapannya yakni 140.000 untuk 1 kamar single bed, namun tempatnya sangat nyaman dan cukup luas. Terletak di sekitar perumahan yang cukup ramai, mencari makanan ataupun minimarket sangat mudah disini. Saya memilih bermalam disini karena cukup dekat dengan tujuan saya selanjutnya yakni KenPark & Atlantis Land Surabaya.

Sebelum sarapan tentunya saya harus membersihkan diri terlebih dahulu, karena sabun yang digunakan habis maka saya harus pergi ke Indomaret untuk membelinya beserta camilan untuk nanti. Pagi ini saya tidak harus keluar mencari sarapan pagi, karena biaya penginapan yang saya bayar sudah include dengan sarapan pagi. Sarapan pagi yang disediakan cukup sederhana, yakni nasi kotak dengan lauk campuran (saya tidak tahu namanya apa). Terdapat nangka yang disayur, telur bulat balado, ikan asin, sayur daun singkong, dan tempe orek. Walaupun porsinya tidak terlalu banyak tetapi cukup untuk mengganjal perut saya di Pagi hari sebelum melakukan aktifitas selanjutnya.

Perut pun sudah terisi kenyang, saya membereskan kamar beserta barang bawaan saya agar mudah nantinya saat check out. Saya pun langsung memesan GoJek ke tujuan saya hari ini yakni ke KenPark (Kenjeran baru Park) Surabaya. Sebenarnya saya tidak tahu persis tempatnya seperti apa, yang saya tahu disana terdapat patung dewa 4 wajah, patung naga yang berada di pinggir laut, serta Atlantis Land yang sangat terkenal itu. Karena saya cukup penasaran dengan semuanya, akhirnya saya membeli tiket Atlantis Land yakni tiket yang sudah termasuk dengan semuanya dengan biaya sebesar 100.000 per orangnya. Kemudian saya pun masuk dan mencari Patung Naga dan Dewa dengan 4 wajah tersebut ke dalam sambil menunggu Atlantis Land dibuka yakni pukul 10:00 WIB.

Megahnya Patung Brahma 4 Wajah

Karena lokasinya yang cukup luas, saya cukup kelelahan untuk menjelajah di Kenpark ini. Saya harus berjalan sekitar 800M untuk mencapai tujuan pertama saya yakni Patung Dewa yang memiliki 4 Wajah tersebut. Saya sengaja berjalan kaki karena ingin mengetahui apa saja yang ada di KenPark Surabaya ini. Tapi yang didapat adalah rasa lelah yang lumayan, sampai disana dengan kelelahan dan disambut dengan megahnya patung tersebut. Karena saya mengunjungi di hari kerja tepatnya di hari Jum’at, pengunjung yang datang sangat sepi, hanya ada beberapa pengunjung lain saja.

Sudah sampai disana saya pun tidak lupa untuk mengabadikan foto dan selfie bersama patung tersebut. Patung tersebut memiliki 4 wajah dan 4 pasang tangan yang menghadap ke 4 arah yang berbeda. Merupakan Patung Brahma 4 Rupa yang terbesar di Indonesia. Saya tidak mengerti makna dari patung tersebut, karena kebetulan tidak ada penjaga atau orang yang dapat saya wawancarai. Terdapat juga lilin disekitar patung tersebut dengan bau yang khas, sepertinya patung ini juga digunakan sebagai area peribadatan umat mereka. Disekeliling patung tersebut cukup adem karena dikelilingi dengan pepohonan, saya pun sempat duduk dan beristirahat sebentar di sekeliling sambil memperhatikan area sekitar.

 

Patung Naga di Pinggir Laut Surabaya

Tidak jauh dari Patung Brahma tersebut terdapat patung ikonik lainnya yang berada di Kenpark. Namun saya sebelumnya sangat kesulitan mencari patung tersebut karena terletak dibelakang klenteng. Saya pun sempat bertanya kepada penjual yang berada di sekitar. Untuk menuju patung tersebut, kita harus memasuki klenteng melalui pintu khusus pengunjung dan menuju area belakang dari klenteng tersebut. Tiba disana saya pun takjub dengan keberadaan patung yang megah tersebut, dimana letaknya di pinggir laut yang sangat luas, dari sana terlihat Pulau Madura yang sangat luas tersebut.

Saya pun tidak lupa mengabadikan patung tersebut dan berfoto selfie. Dengan background lautan lepas, rasanya fikiran menjadi sedikit lebih fresh melihatnya. Sayangnya cuaca saat itu sedang terik dan panas-panasnya, jadi saya menepi dan berteduh serta beristirahat terlebih dahulu. Karena lokasinya yang berada di belakang klenteng, seperti biasa terdapat bau-bau lilin dan bakaran yang khas dan kurang saya sukai. Oh iya, di patung naga tersebut sedang dalam proses perbaikan di beberapa bagian, entah rusak karena apa. Setelah puas berfoto-foto dan melihat daerah sekitar patung tersebut, saya pun memutuskan untuk pergi ke Atlantis Land, mengingat waktu juga sudah menunjukkan pukul 10.

Berkunjung ke Atlantis Land Surabaya

Karena kaki sudah cukup lelah melangkah dan jarak dari klenteng menuju atlantis land yang lumayan jauh, saya pun bertanya ke warga sekitar apakah ada yang ‘mengojeki’ saya. Akhirnya ada orang madura yang mau mengantarkan saya dengan menawarkan biaya 5000 rupiah, daripada saya kelelahan akhirnya saya menerima tawarannya. Sebenarnya jaraknya cukup dekat hanya sekitar 250meter saja, namun jika dijangkau dengan berjalan kaki cukup melelahkan dan menguras tenaga. Saya tidak mau terlalu lelah di hari terakhir liburan ini. Hingga akhirnya tiba di lokasi dan saya pun memasukinya dengan melakukan scan tiket yang ada di pintu masuk.

Tiba disana saya pun langsung mencari wahana Patung Lilin yang cukup terkenal. Di wahana tersebut terdapat puluhan patung lilin dari berbagai tokoh yang ada di belahan dunia. Patung dari lilin tersebut dibuat semirip mungkin serta sedetail mungkin dengan wajah dan badan asli tokoh tersebut. Saat pertama kali melihat, sayapun kagum dan sedikit takut karena wajahnya mirip dengan wujud manusia asli 😀

Foto bersama Sun Go Kong

Walaupun ada larangan untuk tidak boleh memegang patung tersebut, namun saya penasaran dengan patung tersebut yang kalau dilihat lebih detail sangat mirip dengan manusia. Ternyata memang bagian yang detail tersebut dibuat yang detail dan lunak, dan dibagian badannya dibuat menggunakan plastik seperti layaknya manekin. Rambutnya pun sepertinya diambil dari Rambut asli seseorang, karena tampak teksturnya yang seperti rambut asli.

Foto bersama Jack Ma

Setelah puas melihat-lihat dan berfoto dengan patung lilin tersebut, saya pun berputar kembali dan melihat wahana lain. Sebagian besar wahana permainan outdoor tidak dijalankan, karena sepinya pengunjung di hari kerja. Akhirnya berhubung cuaca juga sedang panas, saya mencari wahana indoor saja yang ada. Akhirnya saya pergi ke wahana Dino Park yang berisi Dinosaurus dengan berbagai ukuran. Ada satu keluarga yang sedang disana dan saya pun masuk ke wahana bersama mereka. Di dalam terdapat kereta yang memutari wahana Dino Park tersebut dengan lama sekitar 4 menit. Di dalam wahana tersebut banyak sekali Dinosaurus yang bergerak serta ditambah suara-suara Dinosaurus dengan latar belakang hutan belantara.

Setelah selesai memutari wahana Dino Park tersebut, saya tertarik dengan wahana Misteri Atlantis. Awalnya saya cukup takut untuk memasukinya, karena saya termasuk orang yang mudah kaget. Ditambah lagi tidak adanya pengunjung lain yang memasuki wahana tersebut, karena pengunjung lain membawa anak kecil dan tidak mau memasukinya. Karena saya diyakinkan oleh petugas bahwa wahana tersebut tidak mengagetkan dan hantu yang ada hanya hantu atlantis atau bawah laut, akhirnya saya mau dan berani untuk menaiki wahana tersebut sendiri. Sama dengan dino park, di wahana tersebut kita menaiki sebuah kereta dan berkeliling memutari wahana tersebut dengan disambut berbagai misteri bawah laut serta hantu-hantu atlantis.

Karena waktu yang sudah menunjukkan jam 11 lewat 10 menit, saya pun langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut untuk bersiap-siap melaksanakan solat Jum’at. Saya memesan kembali GoJek untuk menjemput saya di dalam KenPark tersebut. Namun ternyata 2 driver gojek mencancel orderan saya, salah satunya ternyata bilang bahwa daerah tersebut tidak boleh masuk Ojek Online. Akhirnya saya memutuskan bertanya ke warga sekitar apakah ada yang bersedia mengantarkan saya kedepan pintu masuk. Ada ibu-ibu penjual minuman yang mau dengan biaya Rp10.000, karena saya sedang buru-buru mengejar waktu sholat Jum’at dan checkout penginapan, saya pun menyetujuinya. Hingga akhirnya sampai di depan pintu gerbang, saya pun menunggu Driver Gojek pesanan saya tiba untuk mengantarkan saya ke penginapan kembali.

Sampai di penginapan, saya pun langsung berganti baju yang basah keringat ini serta menata ulang barang bawaan saya. Berhubung akan melaksanakan sholat Jum’at, saya check out dan menitipkan barang terlebih dahulu agar tidak kerepotan saat di Masjid. Untungnya jarak masjid tidak begitu jauh dengan lokasi penginapan tersebut.

Hijrah ke Penginapan lain

Sebenarnya saya tidak mau menyewa penginapan kembali karena pada malam ini saya sudah berangkat kembali lagi ke Bekasi. Namun karena saya cukup kelelahan dan bingung mencari tempat penitipan tas, akhirnya saya menyewa di kamar kapsul sederhana yang berlokasi tidak begitu jauh dari Stasiun Surabaya Pasar Turi. Saya sempat beristirahat sebentar mengurangi rasa lelah sebelum saya mencari panganan untuk makan siang dan berburu oleh-oleh.

Lokasinya ternyata kurang nyaman karena terdapat di daerah penjual sparepart kendaraan dan elektronik, para penjual makanan pun sedikit. Hingga akhirnya saya menemukan penjual Nasi Goreng, karena tidak ada pilihan lain yang lebih menarik saya pun memutuskan untuk menyantap nasi goreng tersebut.

Perut pun terisi, waktunya untuk lanjut mencari oleh-oleh khas Surabaya. Setelah mencari-cari di internet serta bertanya dengan beberapa orang, saya pun memutuskan untuk pergi ke Depot Bu Rudy untuk berburu oleh-oleh. Kebetulan terdapat ada depot yang cukup dekat dengan lokasi penginapan saya dan dapat dijangkau dengan menggunakan Ojek Online. Saya pun berburu oleh-oleh khas Surabaya & Jawa Timur disana untuk dibawa ke Bekasi malam ini.

Oleh-oleh pun di dapat, waktunya saya kembali ke penginapan. Karena badan ini terasa sangat lelah, saya pun beristirahat terlebih dahulu di penginapan sambil menunggu malam sore menjelang malam datang. Disusul dengan mandi sore serta mengemas barang-barang untuk persiapan pulang ke Bekasi.

Kembali ke Bekasi, Home sweet home

Adzan magrib berkumandang, saya pun bersiap-siap dan melakukan Ibadah Sholat Magrib. Untungnya ada 1 kamar yang kosong dan dapat digunakan untuk Sholat, maklum kamar yang saya pesan adalah kamar paling murah dan tempatnya sangat pas-pasan untuk kasur saja. Selesai solat saya pun langsung mengecek ulang barang bawaan dan bersiap-siap untuk berangkat pulang. Sepertinya pihak penginapan sangat senang seperti tamu model saya, karena hanya singgah dalam waktu singkat dan checkout sebelum pagi tiba. Seteleh checkout saya pun segera memesan GoJek untuk mengantar saya ke Stasiun Surabaya Pasar Turi.

Karena ada 1 pesanan dari adik saya yang belum terbeli, akhirnya saya mampir ke pasar Blauran untuk mencari kaus dengan bertemakan Surabaya. Dengan waktu yang mepet tersebut saya pun mempercepat langkah dan pencarian kaus tersebut, karena kalau tidak ada bisa gawat dan dia bisa ngambek. Alhamdulillah akhirnya dengan proses pencarian kesana kemari dan proses tawar menawar, saya pun berhasil mendapatkannya. Kemudian saya meneruskan perjalanan ke Stasiun untuk bersiap-siap menaiki kereta tujuan Gambir.

Cetak tiket berhasil dilakukan, saya memiliki waktu sekitar 1 jam sebelum kereta berangkat. Saya pun memutuskan untuk mengisi perut saya sebelum berangkat dengan Soto Daging Madura yang ada di sekitar, tidak lupa ditemani dengan es Teh Manis sebagai penyegar. Selesai makan, adzan Isya pun berkumandang di masjid yang lokasinya 10 langkah dari penjual Soto tersebut. Kami pun segera memasuki masjid untuk menjalankan Sholat Isya tersebut, untungnya ada penitipan barang di depannya agar saya tidak repot membawa barang-barang.

Selesai sholat saya pun langsung masuk ke are Stasiun dan melakukan boarding. Kereta yang akan saya tumpangi ternyata sudah stand by di peron jalur 1 stasiun tersebut. Saya pun langsung naik dan menaruh barang serta duduk di kursi saya yang berada di gerbong 6 kursi 3C yang berada di belakang. Karena saya kelelahan, saya pun langsung beristirahat dan tidur di kursi saya yang ditemani dengan selimut dari KAI.

Malam panjang pun dilalui di Gerbong kereta. Perjalanan selama 1 minggu telah selesai dilakukan. Kenangan pasti selalu teringat di Kota-kota yang telah disinggahi. Terima kasih PT Excellent atas liburannya, Terima kasih Pekalongan, Semarang, Surabaya, dan Madura yang sudah mau disinggahi 🙂

Selanjutnya adalah perjalanan antar negara, semoga dapat berjalan dengan baik juga.

Have a good day!

Fajar Mukharom:
Related Post