Masih Seperti Ramadhan Tahun Lalu

Mukharom.com Ramadhan tahun ini terasa masih sama saja seperti pada Ramadhan tahun sebelumnya, ya cerita itu sudah pernah saya tuliskan tahun lalu pada: Suka dan Duka Ramadhan 2018. Malah lebih terasa berat karena harus menjalani aktivitas yang lebih padat dibandingkan tahun lalu. Yang terasa masih mendapat waktu beristirahat lebih banyak dibandingkan tahun ini.

Ya saya memang salah satu karyawan sekaligus mahasiswa yang menghabiskan waktunya untuk bekerja dan belajar setiap harinya. Tak terkecuali pada bulan Ramadhan ini, dimana bulan yang penuh berkah dan banyak pahala melimpah. Tahun lalu mungkin saya bisa lebih banyak mengisi waktu untuk menjalankan Sunnah setiap malam di bulan Ramadhan, namun tidak dengan tahun ini. Tahun ini saya mendapat jadwal kuliah yang lebih padat yakni dari Senin hingga Sabtu, apa dayaku yang tidak ingin tertinggal pelajaran dan kekurangan absen.

 

Saya harus tetap semangat menjalani kuliah di Bulan Ramadhan ini, walau harus pulang ke rumah terlebih dahulu untuk berbuka bersama keluarga. Kemudian kembali lagi ke kampus tercinta untuk menjalankan aktivitas perkuliahan, sementara orang lain berbondong-bondong ke Masjid untuk Sholat Tarawih. Kadang saya merasa iri dan rindu dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, apalagi ketika masih sering tarawih bersama teman sekampung, namun apa boleh buat.

Terlebih lagi sudah membayar biaya semesteran yang cukup mahal, yang tidak bisa saya dapatkan biayanya dengan waktu 1 bulan. Berat memang kalau dipikirkan, ingin rasanya mencari beasiswa namun apa daya persyaratan selalu menjadi kendala, huft. Kalau dihitung-hitung soal biaya memang gaada habisnya, sayapun pernah berfikir untuk membatalkan rencana kuliah karena masalah biaya. Namun Alhamdulillah hal itu tidak terjadi karena dukungan dan nasihat orang tua.

 

Sudah 2 tahun kuliah saya jalani, walau rasa malas sering sekali menghampiri diri ini. Tapi tekad selalu kuat demi mencapai cita-cita, lulus dengan baik menjadi sarjana dan mendapat ilmu yang berguna. Syukur-syukur bisa melanjutkan kuliah S2 lalu mengajar di Universitas, mumpung masih muda jadi masih bisa menghayal. Padahal mah masih banyak yang harus dilewati, terutama 2 tahun kedepan ini.

Terkadang suka sedih dan heran, melihat teman sekelas yang sangat santai dengan perkuliahannya. Tugas selalu dikumpulkan di akhir waktu, saat praktik jarang mengikutinya, main game selalu jadi prioritas utamanya. Kalau ditanya keseringan bingung sendiri dan banyak yang nggak diketahuinya. Mending uang kuliahnya buat bayarin saya, biar saya bisa lebih bahagia šŸ˜€ . Mungkin tujuan dia kuliah berbeda, ingin ijazah, ingin gelar, ingin menjadi sarjana, itu saja. Semua orang memang punya tujuan masing-masing.

Semoga masih diberikan kesempatan untuk bertemu Ramadhan di tahun berikutnya, agar dapat memperbaiki Ramadhan sebelumnya. Berat memang, tetapi tetap harus semangat untuk menjalaninya.

Have a good day!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *