Bekerja Sambil Kuliah, Kenapa Tidak?

Mukharom.com – Baru saja 2 minggu duduk di bangku kuliah, udah sok-sok an nulis begini. Singkat cerita di tahun ini saya memberanikan diri untuk mengambil Pendidikan Perkuliahan di salah satu Universitas Swasta di Bekasi. “Kenapa ga kuliah di Negeri aja mas? Kan lebih bagus, dosennya lebih professional”. Kuliah di Universitas Swasta adalah impian saya sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Memang secara kualitas Universitas Swasta tidak sebaik Universitas Negeri yang masuknya juga tidak mudah, namun inilah kemauan saya.

Saya sadar tidak memiliki orang tua yang konglomerat, saya sadar saya sudah banyak merepotkan orang tua, saya sadar ilmu saya masih sangat kurang. Selepas lulus SMK saya bekerja di salah satu perusahaan di Kota Bekasi, bukan di gedung tinggi ataupun di kota metropolitan dengan gaya hidup mewah. Sebelum bekerja di perusahaan tersebut saya sempat melakukan Praktek Kerja Industri di sana, dan Alhamdulillah dengan niat yang kuat saya dapat bekerja di perusahaan tersebut. Padahal saat test saya ragu karena kemampuan saya yang pas-pasan dan kurangnya alat tempur yang saya miliki, namun itu semua ternyata bukan menjadi halangan. Hingga tulisan ini dibuat saya sudah bekerja sekitar 1 tahun di perusahaan tersebut.

1 Tahun tersebut saya lewati dengan begitu saja, namun saya masih punya impian yang belum terwujud saat itu yakni kuliah dengan biaya sendiri. “Walaupun tidak dapat memberikan banyak kepada orang tua, setidaknya saya dapat mengurangi beban mereka dalam hal membiayai kuliah saya”. Akhirnya setelah 1 tahun bekerja saya pun memberanikan diri untuk mendaftar di salah satu Universitas Swasta di daerah Bekasi, lokasi nya tidak terlalu jauh dari tempat saya bekerja. Semua hal terkait pendaftaran kuliah saya urus secara mandiri tanpa melibatkan orang tua (kecuali tanda tangan ūüėÄ ). Izin sana-sini untuk mengurus kuliah, mau gimana lagi? Harapannya sih untuk masa depan yang lebih baik.

Apa Sih Penghalang Kuliah Bagi Pekerja (Karyawan) ?

MALAS, TIDAK ADANYA NIAT, TIDAK INGIN BELAJAR.

Jika ada karyawan yang bilang tidak ada waktu untuk kuliah itu bisa dibilang bulshit. Saya baru sadar hal tersebut ketika saya memasuki perkuliahan kelas karyawan. Ternyata banyak sekali teman saya yang tidak seberuntung saya, yakni kerja dengan Non Shift, kerja santai (duduk manis di depan laptop) dan Lokasi yang dekat. Teman-teman di kelas saya sangat beragam dengan pekerjaannya dan disitulah saya merasa sangat bersyukur.

“Saya bekerja sebagai operator produksi di Pulo Gadung”
“Rumah saya di Cibitung”
“Saya kerjanya shift 321 pak, minggu ini shift 3 besoknya shift 2 dan seterusnya”

Saya mungkin menjadi mahasiswa ter enak  di kelas saya. Bagaimana tidak? Pekerjaan saya cukup santai, tidak ada shift, dan lokasi tempat kerja serta rumah saya relatif dekat. Hal tersebut membuat saya lebih semangat untuk menempuh pendidikan ini.

 

Kalo Bekerja Nanti Kuliahnya Males dong? Kan capek!

TIDAK! KATA SIAPA?

Coba bayar biaya perkuliahan kamu dengan hasil jerih payah kamu sendiri. Selain dapat meringankan beban kedua orang tua, kamu pasti akan merasa berat meninggalkan kuliah tersebut. Bayangkan saja, jika biaya kuliah kami per semester Rp4.000.000 dan kamu kuliah males-malesan, yang akan kamu dapat kurang lebihnya adalah sebagai berikut

  1. Nilai jelek
  2. IP rendah, akibat absen dan nilai yang buruk
  3. Mengulang semester
  4. Membuang-buang biaya

Coba pikirkan kembali matang-matang sebelum mengambil kuliah tersebut. Dengan melihat dari aspek tersebut, dapat menumbuhkan rasa semangat dalam kuliah, maka dari itu absensi akan baik dan nilai pun akan baik pula

Enakan Juga Kerja, Kuliah mah Buang-buang Duit

Memang kuliah tidak dapat dibilang murah, apalagi jika mengambil kelas kuliah malam atau kelas karyawan. Namun ada beberapa faktor yang bisa menjadi alasan untuk mengambil kuliah bagi karyawan.

  1. Apakah kamu mau bekerja seumur hidup?
  2. Apakah kamu ndak mau dapet gelar Sarjana?
  3. Apakah kamu ndak mau dapet ilmu yang lebih?
  4. Apakah tempat kerja kamu akan terus berdiri?

Rekan dari orang tua saya sangatlah beruntung, kerja di tempat yang nyaman serta di posisi yang enak pula. Sudah beberapa kali ditawarkan kuliah namun dia selalu menolak. Memang, skill beliau bisa dibilang cukup mumpuni dan menjadi orang yang diandalkan di perusahaannya. Sampai akhirnya terjadilah saat yang tidak diduga, perusahaannya bangkrut dan ratusan karyawannya di berhentikan tanpa diberikan uang pensiun ataupun uang PHK.

Beliau bersifat biasa saja karena merasa skill yang dimiliki cukup mumpuni dan dapat diandalkan. Satu per satu perusahaan pun dikunjungi, lamaran demi lamaran ditaruh olehnya. Namun apa yang dapat ia perbuat, skill tanpa ijazah ataupun sertifikat tidak lah ternilai di mata perusahaan. Yang terjadi adalah penyesalan.

 

Tulisan ini dibuat agar teman-teman tau betapa pentingnya pendidikan formal. Jangan mau kayak Bill Gates  yang ga lulus kuliah tapi bisa jadi orang kaya (baca dulu kisah hidupnya), jangan ngandelin warisan orang tua. Jadilah pribadi mandiri yang kreatif!

Salam dari mahasiswa baru ūüėÄ

You may also like...

3 Responses

  1. Derry says:

    Keren jar postingannya jadi termotivasi hehe…

  1. May 18, 2018

    […] Sebenarnya saya tidak mau ada duka di Ramadhan ini, tetapi harus bagaimana lagi? Jadi tahun ini memang tahun pertama saya kuliah di bulan Ramadhan. Karena saya adalah pekerja alias karyawan alias pegawai, maka saya tidak dapat kuliah seperti orang-orang normal lainnya. Kelas karyawan pun ku ambil. Ya saya memang bekerja sambil kuliah, hal tersebut sudah pernah saya tulis di blog ini¬†Bekerja Sambil Kuliah, Kenapa Tidak? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *