Mengunjungi & Menelusuri Batu Caves Malaysia

Mukharom.com Batu Caves merupakan Bukit kapur yang memiliki Gua dan kuil di dalamnya. Merupakan wisata andalan para wisatawan termasuk saya karena gratis dan mudah dijangkau menggunakan mode transportasi komuter (kereta). Pengalaman yang didapatkan juga cukup menarik, karena dapat melihat megahnya patung Dewa Muruguan yang berdiri kokoh di depan anak tangga menuju Gua.

Ini merupakan destinasi ke-2 saya ketika di Malaysia setelah menikmati Indah dan Kerennya Genting Highland Malaysia. Karena kebetulan kami masih di KL Sentral dan akhirnya kami pun memutuskan untuk pergi ke Batu Caves. Sebelumnya kami ishoma (istirahat, sholat, makan) terlebih dahulu dan memilih KFC sebagai tempat makan siang kami. Kemudian tidak lama setelah itu kami pun langsung bergegas bersiap menuju Batu Caves, Selangor.

Rute dan Transportasi Menuju Batu Caves Malaysia

Karena kebetulan kami sedang berada di KL Sentral maka kami memutuskan untuk menumpangi KTM Komuter dari KL Sentral. Stesen (Stasiun) KTM Komuter tidak hanya terdapat di KL Sentral saja dan dapat kalian temui daerah lainnya. Dengan menggunakan KTM Komuter ini kamu hanya cukup naik saja 1kali (tanpa transit jika dari KL Sentral) menuju Stasiun Batu Caves (pemberhentian terakhir). Dari Stasiun Batu Caves kamu hanya perlu berjalan kaki sekitar 200M untuk sampai ke lokasi Batu Caves.

Untuk mencapai stasiun Batu Caves kamu perlu membeli tiket yang berbentuk koin di Kaunter (loket) yang tersedia di KL Sentral. Biayanya hanyaย RM 2.6ย per orang untuk 1 kali perjalanan menggunakan KTM Komuter dari Stasiun KL Sentral – Stasiun Batu Caves. Saya awalnya agak bingung dan heran dengan tiketnya yang berbentuk koin, dan ternyata koin tersebut bisa di tap untuk masuk.

 

Saya menunggu kereta tujuan Batu Caves cukup lama sekitar 20 menit, terdapat layar yang berisi informasi kedatangan kereta. Jadi jika kamu baru pertama kali seperti saya ini tidak akan kebingungan. Stasiunnya cukup panas karena berada di bawah tanah, tidak ada pendingin/AC di sekitar stasiun. Namun untungnya terdapat beberapa kipas angin untuk mengurangi hawa panas dan engap tersebut.

 

Akhirnya kereta kami pun tiba! Kereta dengan tujuan akhir Stasiun Batu Caves pun kami tumpangi. Mungkin karena hari kerja/weekday dan tujuannya juga ke Batu Caves (Selangor), kereta yang kami tumpangi tidak begitu ramai dan kami pun bisa duduk santai. Kami pun menikmati perjalanan dengan cukup nyaman di Kereta ini.

Namun saya agak kecewa dengan performa kereta ini, tidak seperti yang saya bayangkan ๐Ÿ˜€ . Ternyata kereta ini berjalan agak lambat dan sempat beberapa kali berhenti, kereta ini pun berhenti di tiap Stasiun yang dilewati (kalau tidak salah ada 4 stasiun). Saya tidak mengerti mengapa kereta ini berjalan agak lambat dan sempat beberapa kali berhenti tanpa ada pengumuman.

Tiba di Stasiun Batu Caves

Kami pun tiba di Stasiun Batu Caves (Stesen Batu Caves). Untuk menuju ke Spot utama Batu Caves, kami harus berjalan kaki sekitar 200-300 M dari Stasiun. Di perjalanan suasananya kental sekali dengan Negara India karena banyak warga India. Banyak burung dan kera yang berkeliaran disini, jadi bagi kamu yang membawa tentengan berupa makanan harus sedikit waspada ya. Karena kadang ada kera yang nakal dan kelaparan mengambil makanan dari pengunjung yang datang (sempat saya lihat kemarin ๐Ÿ˜€ ).

Tiba disana saya pun dibuat takjub dengan melihat megahnya patung Dewa Muruguan yang berdiri di dekat anak tangga, juga dengan ratusan anak tangga berwarna-warni yang amat tinggi. MasyaAllah… Kami pun menikmati pemandangan, burung-burung berterbangan, dan tidak lupa berfoto-foto untuk kebutuhan media sosial ๐Ÿ˜€

 

Tidak hanya melihat dan berkeliling sekitar saja, kami pun penasaran untuk menuju kedalam Gua dengan meniti ratusan anak tangga yang ada. Ternyata anak tangganya cukup curam dan tinggi sekali, tingginya melebihi dari patung tersebut. Dari atas pun kita dapat melihat bangunan-bangunan Kota Selangor yang ada di sekitar Batu Caves ini. Oh iya Foto ini diambil sekitar jam 17:30 atau setengah 6 sore, dan masih terlihat terang sekali (karena sunset disini sekitar pukul 19:00.)

Oh iya bagi kalian wanita yang menggunakan pakaian minim, kamu tidak dapat langsung naik anak tangga menuju atas. Karena masih aktif digunakan untuk tempat peribadatan dan menjadi tempat suci, kamu harus menyewa kain terlebih dahulu di pintu masuk untuk dapat naik ke atas memasuki Gua.

Tiba di Puncak. Yeay!

Akhirnya tiba juga di puncak! Kami pun langsung masuk kedalam Gua dan dibuat takjub. Ternyata di dalam sebuah Bukit Kapur yang berada di pinggiran kota terdapat kuil yang bagus. Saya tidak tahu ada apa saja di dalam sana, karena kebetulan kami kelelahan setelah sebelumnya ke Genting dan dilanjut dengan meniti ratusan anak tangga tadi ๐Ÿ˜€ . Kami pun beristirahat sebentar di sekitar Gua ini dan berfoto-foto sebelum turun dan meninggalkan Batu Caves.

 

Karena sudah cukup lelah dan hari pun mulai menjelang malam, kami pun memutuskan untuk bersiap dan kembali ke Penginapan. Kebetulan ada warga sekitar yang sedang membawa pisang, dan monyet-monyet atau kera pun berdatangan menyerbunya. Ada beberapa pengunjung yang takut dan minggir menjauh dari kera.

Penting : Jika kamu hendak turun harap hati-hati ya. Apalagi jika membawa anak kecil atau orang tua, harap dampingi mereka dengan extra. Karena tangga yang ada cukup curam dengan jarak tumpuan kaki yang cukup sempit. Juga ada kera yang berkeliaran dan di sekitar anak tangga terkadang ada beberapa sampah kulit pisang atau plastik dari pengunjung lainnya. Khawatirnya bisa membahayakan kita dan keluarga, karena bisa menyebabkan terpeleset dan tergelincir dari anak tangga (jangan sampe deh..)

Kembali Pulang…

Sama seperti saat berangkat, kami pun menaiki transportasi yang sama untuk menuju ke KL Sentral yakni menggunakan KTM Komuter. Harga tiketnya sama dengan saat berangkat yakniย RM 2.6ย per orang untuk sekali perjalanan. Kami berjalan kaki dari Batu Caves menuju stasiun tersebut, walau sebenarnya sudah sangat lelah dan kaki sangat pegal ๐Ÿ˜€

Tiba di sana kereta sudah standby dan masih berhenti, namun terlihat pintu-pintu kereta tersebut sudah tertutup rapat. Setelah melihat di layar informasi, ternyata kereta tersebut merupakan kereta yang akan kami tumpangi untuk menuju KL Sentral. Setelah kami duduk dan memperhatikan kereta, teman saya pun melihat tombol yang ada di pintu kereta (lihat gambar yang ditandai merah). Dan ternyata tombol tersebut merupakan tombol untuk membuka pintu kereta tersebut ๐Ÿ˜€

Untungnya teman saya melihat dan memiliki inisiatif, karena memang di stasiun ini tidak terlihat petugas untuk kita bertanya. Akhirnya pintu pun terbuka dan kami pun langsung duduk dengan tenang sambil menunggu kereta tersebut berangkat. Saya tidak tau bagaimana ceritanya kalau tetap menunggu dan tidak membuka pintu tersebut, bisa-bisa sampai hotel tengah malam hahaha ๐Ÿ˜€

Perjalanan dengan KTM Komuter saat pulang sempat mengalami insiden. Dimana pada saat berhenti di salah satu stasiun, mesin dari Kereta tersebut sempat berhenti sebentar. Saya pun agak kaget, apa jangan-jangan kereta mogok, atau ada gangguan listrik dan sebagainya. Alhamdulillah setelah beberapa menit kemudian, akhirnya mesin kereta hidup kembali dan kereta pun melanjutkan perjalanan. Huft..

Tiba di Stasiun KL Sentral kami pun langsung keluar dan sangat ingin cepat-cepat tiba di hotel untuk beristirahat. Kami bertiga sudah sangat lelah dan rindu kasur ๐Ÿ˜€ . Yang sangat unik disini, untuk keluar dari Stasiun kita hanya memasukkan koin yang dimiliki ke lubang yang disediakan di gate pintu keluar. Amat sangat simple, jauh berbeda dengan Commuter Line di Indonesia yang harus mengantri untuk mengembalikan kartu dan mengambil jaminan berupa deposit di kartu tersebut.

 

Karena saat itu sedang jam sibuk dan biaya Grab Car ke Hotel cukup mahal, kami pun melanjutkan perjalanan ke Hotel di Bukit bintang dengan menggunakan MRT. Walau kami harus berjalan beberapa ratus meter lagi, kami tetap semangat demi menghemat pengeluaran di jam sibuk ๐Ÿ˜€ .

Cerita tentang MRT di Malaysia mungkin saya akan tulis pada artikel terpisah, agar tidak terlalu panjang. Semoga cerita tersebut bisa jadi referensi bagi kalian yang sedang merencanakan untuk liburan ke Malaysia, tepatnya ke Batu Caves. Semoga traveling anda menyenangkan!

Have a good day!

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *